Cat: Kumpulan Puisi | By: on 30th July 2012 | No Comments

Puisi Islami muncul ketika Islam mulai dikenalkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau, sesungguhnya didalam syair terdapat hikmah. Beliau pernah meminta Hassan bin Sabit untuk mencela musuh-musuh islam dengan syairnya, dengan mengatakan Celalah mereka dan Jibril bersamamu!.

Puisi Islami

Disini Ageboy Net akan share beberapa koleksi terbaru dan terlengkap kumpulan puisi Islami buat para pembaca sekalian. yuk disimak..!!

Puisi Islami – Dongeng Subuh

Fajar menyapa kita
lewat embun yang berbisik
lewat rembulan temaram
lewat adzan yang menggema

tapi kita
tak jua bisa
melampiaskan sisa-sisa airmata
di mesjid itu
atau sekadar
menancapkan sebait doa
penuh makna

Puisi Islami – Mesjid Siang dan Malam

Aku ingin membagi khusukku
dengan mesjid itu
mesjid siang dan malam

aku rindu padamu mesjidku
dan segera kusiapkan basmalah
menghinggapi faring dan laring yang mengering
oleh panas juli

Aku bosan
aku muak di tempat ini
yang menawarkan sejuta maksiat pada bumi

aku ingin selalu
menikmati indahnya zikir
di mesjid ini
mesjid siang dan malam

Puisi Islami – Singgasana-Nya

Bias-bias pelangi hantui rembulan
memikirkan singgasanaNya yang terang
benderang

kukuliti satu persatu warna yang ada
walau perih dan luka
mengintai nyawa fana

Dua atau tiga aroma
tak mampu menggoda otak dan mata
yang selalu sujud padaNya

bahkan jika
seluruh kata berbisa
menyengat sukma
tak kan mampu pengaruhi jiwa yang batu
dalam singgasanaNya

Puisi Islami – Takbir Raya

Geliat takbir semakin meraya
menyaksikan derita senja
epidermis yang amis

melesat ibukota iman
cakrawala airmata bersinar
sebagai korban pelampiasan
budak-budak kemungkaran

Dulu..

takbir tak pernah terdengar
bahkan untuk telinga yang melebar
karena serentetan pilar dendam

Puisi Islami – Nasihat Shalat

Shalat mencakram adrenalin
menafikan pita-pita gulita
melabuhkan kapal-kapal doa
pada samudra penuh cinta

bangkit pula airmata
setelah lama meniduri
kota pasir bergigi
menambatkan fatihah pada poros agama

Shalat adalah senjata
‘tuk bunuh sifat-sifat durjana
yang melegenda
penuh tahta

Puisi Islami – Dzikir

Kugetarkan sunyinya malam
dengan untaian tasbih, tahmid, dan takbir
kepadaMu

kurangkul sajadah panjangku
dan kupetik sekuntum bunga untukMu

Kututup kedua mataku
karena kutahu
aku hidup untukMu
dan arsy kepunyaanMu

setiap kuteteskan airmata untukMu
Kau menjadikannya cahaya
Untuk menerangi tidurku
yang penuh dengan rambu-rambuMu

Setiap kuberikan bunga untukMu
Kau berikan emas permata
atau bahkan dunia kepadaku

setiap kuterjaga
setiap itu pula
kulalui indahnya malam bersamaMu

Puisi Islami – Panggalan Munajah Ibnu Ataillah

Ilahi,
dengan sifat-sifat-Mu yang lembut
dengan halusnya welas asih
Engkau pun tahu aku lemah
tiadalah Engkau menolak
dengan sifat lembut dan welas-Mu
dari kelemahan diriku

Ilahi,
bagaimana aku menjadi wakil-Mu
untuk mengurus diriku
padahal Engkau penjamin bagiku
betapa aku akan terhina
padahal Engkau Sang Penolong
bagaimana mungkin aku kecewa
padahal Engkau Maha Pengasih

Ilahi,
betapa diriku mendapat elus kehalusan-Mu
yang Maha Agung
padahal aku bodoh dalam kejahilanku
besar nian rahmat-Mu
karena begitu buruk perilaku diriku

Ilahi,
begitu Engkau dekat dariku
begitu jauhnya aku dari-Mu

Ilahi,
dosa telah menutup pandanganku
kemurahan-Mu membisikkan padaku
ketika putus asa menggerogoti jiwaku
aku menemukan rahmat-Mu
karena aku insan rendahan
karunia-Mu juga yang membukakan harapan

Ilahi,
aku pontang panting di alam ini
karena begitu jauh jalan hidup ini
dekatkan aku pada jarak Mu
oleh amal yang segera aku datang di hadapan-Mu

Ilahi,
tiada kehinaan yang tidak nampak oleh-Mu
perihalku yang tiada tersembunyi bagi-Mu
aku berharap dari pancaran Nur-Mu
agar aku tiba di depan-Mu
dan aku peroleh hidayah-Mu
kokohkan jiwaku
agar sungguh pengabdianku pada-Mu

Ilahi,
mestikah aku kecewa,
padahal Engkau harapanku
betapa aku bisa terhina
padahal kepadamu saja aku berserah.

Wahai Zat yang bernaung di dalam tembok kemuliaan
sehingga tiada tercapai pandangan penglihatan
Wahai Zat yang menjelmakan keindahan penuh kesempurnaan
terbuktilah itu dalam hati dan perasaan
Engkau tampak jelas walau dalam persembunyian
Engkau Maha gaib tetapi memberi pengawasan
Engkau Taufiqur Rahman
tempat kami mengajukan pertolongan..

Puisi Islami – Bayang-Bayang Nabi

Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan para pemimpin ?
“Membela yang lemah dan membantu yang miskin” jawab Nabi.

Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang – arang lemah” jawabnya

Ya Rasulullah … apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
“Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta”

Ya RAsulullah… Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama’
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya… RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?

“Wahai ummatku…
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, “Wa ‘asiruhunna bil ma’ruf”
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, “Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka”
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah, “Kullulkum Ra’in, ea kullukum masulun ‘an ra’iyyatihi ?”


Puisi Islami – Wajahmu

Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya

Puisi Islami – Kau pelanai kudamu

Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit

Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut

Krinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama

Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham

Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu

muram cahaya mentari,
pucat dingding ini

Cinta menjauh
Cahayanya berubah

Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan


Puisi Islami – Keindahan Fantasi Cinta

Riuh… ramai… gaduh… dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih

Badan terasa sejuk…
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati

Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik

Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira…
Jiwa pun lega…

Ya Allah…
Abadikan keadaan ini
Agar menjadi pedoman
Bagi hati yang saling menyatu

Mentari sanubari tersenyum riang
Alam jiwa bergembira ria
Serentak…
Jiwa0jiwa riang berdansa di sekitar taman hati
Oooh…
Indahnya fantasi cinta

Puisi Islami – Keagungan Ilahi

Ratu malam sang rembulan
Raja siang sang matahari
Keduanya selalu bertentangan,

Tarik menarik
Dorong mendorong
Saling menguasai,
Seolah selalu bertanding tiada henti

Tiada yang kalah
Tak ada yang menag,
Karena dengan kedua sifat yang bertentangan ini
Seluruh alam semesta bergerak!

Dunia berputar,
Saling mengisi,
Yang satu melengkapi yang lain
Tanpa yang satu
Takkan ada yang lain,

Siang dan malam
Terang dan gelap
BAik dan jahat
Tanpa yang satu,
Apakah yang lain itu akan ada?
Tanpa adanya gelap,
Dapatkah kita mengenal terang?

Inilah sebuah kenyataan
Yang telah dikenhendaki Allah
Tanpa kehendaknya, takkan terjadi apa-apa

Puisi Islami – Kebijakan

KETAHUILAH atau KATAKANLAH
Wahai KEBIJAKAN
Kau terlahir dari perenungan para Pemujamu
Melebur dalam menghias langkah
Tak pandang penting Orang mau berkata Apa
Yang ku tau KAU bagian dari hidupku

Wahai KEBIJAKAN
Mendekatlah padaku
Agar aku bisa menyatu dalam larut hidupku
Tak pandang penting Orang mau berkata apa
Yang ku tau ku ingin berdiri di atasmu

Wahai KEBIJAKAN
Ku temukan KAU dalam Perenunganku
DAri hasil Pemahaman yang Mendalam
Yang dilandasi Oleh rasa Adil
Tak pandang penting orang mau berkata Apa

Wahai KEBIJAKAN
Tak pandang penting Orang mau berkata Apa
Yang ku tau
KAULAH TUJUAN LANGKAHKU.

Puisi Islami – Instropeksi Diri

Wahai Aku…….
Tak sadarkah kau akan asalmu
Tak perihkah kau akan KebaikanNYA
Darimanakah asalmu ???

Wahai Aku…….
Tak obahnya kau adalah setetes AIR yang HINA
Kemudian di bentuk dengan kesempurnaan ILMUNYA
Dan di hidupkan dengan Ke MAHA KUASAANNYA

Wahai Aku……
Bilakah kau sadar akan hadirmu
Yang hanya sementara
Lalu mengapa KAU seolah mengekalkan Hidupmu
Dari kebodohan dalam mengingatNYA

Wahai Aku…….
Kuasakah KAU akan DIRIMU
Ketika DIA mengambil kembali akan HAKNYA
Tidak dan KAU takkan pernah bisa menahannya

Wahai Aku…….
Sumpahmu itu Kau abaikan
Dan kau tak pernah peduli akan posisimu
Sebagai Hamba

Wahai Aku……
Kau melenggang bebas tanpa ingat ATURAN
Bertolak pinggang di atas KESOMBONGAN
Tak sadar DIRI akan MATI
Tak ingat TUHAN selalu MENGAWASI

Wahai Aku……
Ketika KAU tersadar akan DIRIMU
Tak obahnya KAU berujung usia
Menjadi BANGKAI Yang HINA
Tanpa menundukkan HATI kepadaNYA.

Puisi IslamiTerkenang Dalam Rasa 
By. Cinta Buat Muslimah.

Aku berdiri diantara dua jalan.
Saat sayup-sayup senja hampir mengakhiri warna jingganya.
Dan menggantikannya dengan warna gelap.
Aku masih mengembara dalam rasa, mencari cinta dan ketulusan yang sesungguhnya.

dipenghujung senja berharap Ia yang memberiku setetes harapan.
untuk mengenalmu karena cinta.
untuk mencarimu karena cinta.
untuk bersamamu juga karena cinta.
Dan jika aku harus merelakanmu karena cinta,
aku pun juga harus rela membiarkanmu pergi dari kehidupanku.
Mungkin kebahagiaanku bukan bersamamu.
Cintamu tak tercipta untukku.

Aku sangat menyadari ketika…
Kehendak Allah tidak sejalan dengan kehendakku…
maka aku pasrahkan kehendakNYA yang berjalan diatas hidupku…
Karena kehendakNYA adalah kebaikan untukku..

Aku sangat menyadari ketika…
Keinginan Allah tidak sesuai dengan Keinginanku…
maka aku Biarkan inginNYA yang menjadi skenario terbaik bagi hidupku…
Karena Allah Maha Mengetahui atas jiwaku yang berada dalam genggamanNya…

kata kunci terkait:

  • puisi islami
  • puisi islami yang menyentuh hati
  • syair nasehat terbaik
  • syair kata islami kehidupanku
  • syair indah islami
  • puisi mading
  • contoh syair
  • mading kumpulan foto
  • kata mutiara cinta islami
  • kata kata cinta islami

Comments Are Closed