Cat: Kahlil Gibran, Kata-kata Mutiara | By: on 4th March 2013 | No Comments

Kata Bijak Kahlil Gibran sangat terkenal di kalangan dunia. sosok Kahlil Gibran adalah seorang seniman, penyair bijak dan penulis Lebanon-Amerika. Puisi kahlil gibran, Parabel, dan Cerita pendek adalah aliran sastranya. banyak Karya Khalil Gibran sudah diterbitkan seperti kata mutiara kahlil gibran. dan yang paling terkenal adalah “The Prophet”.

Berikut adalah 10 kata-kata bijak Kahlil Gibran Tentang Cinta dan Wanita paling menyentuh yang sempat kami sajikan buat anda untuk mengisi kekosongan artikel hari ini. mari di simak..!!

Kata-kata Bijak Kahlil Gibran Tentang Cinta

Kata-kata Bijak Kahlil Gibran

1. “Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan”

2. “Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati”

3. “Bila dua orang wanita berbicara, mereka tidak mengatakan apa-apa; tetapi jika seorang saja yang berbicara, dia akan membuka semua tabir kehidupannya”

4. “Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya”

5. “Peradaban modern telah membuat wanita sedikit lebih bijaksana, namun hal itu telah menciptakan penderitaan yang lebih berat baginya karena ketamakan laki-laki. Wanita masa lalu adalah istri yang bahagia, namun wanita masa kini adalah seorang nyonya yang menderita”

6. “Kebahagiaan perempuan tidak terletak pada kemuliaan sang suami, bukan pada kehormatan dan kelembutanya. Tapi pada cinta yang memadukan jiwanya dan jiwa lelaki yang dicintainya. Kasih sayangnya tercurah – hati menjadikan masing-masing sebagai suatu anggota badan kehidupan dan dalam satu kalimat di atas bibir Tuhan”

7. “Laki-laki yang tidak memaafkan wanita untuk kesalahan kecilnya, tak akan dapat menikmati besar kebaikannya”

8. “Tiada pidana yang lebih berat daripada yang dijalani seorang wanita yang mendapati dirinya terperangkap diantara seorang pria yang dicintainya dan seorang pria lain yang mencintainya”

9. “Aku menghormati suamiku, karena dia seorang yang baik dan berhati lembut. Dia juga selalu membuatku bahagia. Dia dengan rela memberikan kekayaannya kepadaku agar aku selalu merasa bahagia, tetapi tidak ada satu pun dari semua ini yang sederajat dengan cinta suci dan sejati, cinta yang membuat segalanya tampak kecil sementara cinta sendiri tetap besar”

10. “Hati nurani wanita tidak berubah oleh waktu dan musim, bahkan jika mati tetap abadi, hati itu takkan hilang sirna. Hati seorang wanita laksana sebuah padang yang berubah menjadi medan pertempuran; sesudah pohon-pohon ditumbangkan dan rerumputan terbakar dan batu-batu karang memerah oleh darah dan bumi ditanami dengan tulang-tulang dan tengkorak-tengkorak, ia akan tenang dan diam seolah tak ada sesuatu pun terjadi”


Comments Are Closed